Rabu, 08 Juli 2015

Next: Bertemu dengan Menpora, Eks Ketum PSSI Dihukum Seumur Hidup oleh PSSI

Bertemu dengan Menpora, Eks Ketum PSSI Dihukum Seumur Hidup oleh PSSI

Bertemu dengan Menpora, Eks Ketum PSSI Dihukum Seumur Hidup oleh PSSI, info terbaru dari Bolapro Bertemu dengan Menpora, Eks Ketum PSSI Dihukum Seumur Hidup oleh PSSI untuk anda yang Pro Bola, Berikut ini adalah berita sepak bola terbaru dengan judul Bertemu dengan Menpora, Eks Ketum PSSI Dihukum Seumur Hidup oleh PSSI, selain itu masih banyak lagi berita bola lainnya pastinya update terbaru dan sedang hangat untuk dibicarakan. Dan dibawah ini adalah hasil skor akhir dan klasemen sementara selengkapnya

BolaproJakarta – PSSI membuktikan ancamannya pada eks ketua umumnya, Djohar Arifin Husin. Gara-gara bertemu dengan Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Djohar dihukum skorsing seumur hidup oleh organisasi yang pernah ia pimpin itu.

Demikian hasil sidang kedua Komite Etik PSSI, Rabu (8/7/2015), yang kembali tidak dihadiri oleh Djohar, sebagaimana sidang pertama beberapa hari lalu.

“Menjatuhi hukuman kepada Djohar atas pelanggaran Kode Etik PSSI berupa pemberhentian dengan tidak hormat dari kepengurusan PSSI sebagai anggota Dewan Kehormatan. Menjatuhkan hukuman kepada Djohar atas pelanggaran Kode Etik berupa larangan beraktivitas dalam kegiatan sepak bola di lingkungan PSSI, AFC, dan FIFA seumur hidup,” demikian keterangan anggota Komite Etik PSSI, Haryo Yuniarto, merujuk pada hukuman yang tertuang dalam surat keputusan PSSI bernomor 001/KEP/KE/PSSI/VII-15

Hukuman tersebut berlaku sejak 8 Juli 2015, dan Djohar diberikan waktu untuk mengajukan banding selama 14 hari kedepan.

Haryo menjelaskan, alasan menjatuhi hukuman terhadap Djohar tersebut karena dia dinilai melanggar kode etik lantaran telah menemui Menpora Imam Nahrawi pada 23 Juni lalu. Tindakan itu disebutnya telah melanggar ‎kode etik PSSI pasal 3 ayat 1, pasal 6 dan 7 kode etik serta pasal 9 Statuta PSSI.

“Djohar terbukti melanggar. Kode Etik yang dimaksud atas perbuatannya, di mana pada 23 Juni menghadiri pertemuan dengan Menpora sebagai Ketua Umum PSSI 2011-2015 dan membahas kompetisi, pemain, dan perangkat pertandingan. Itu seharusnya tidak dilakukan Djohar.

“Kesalahan Djohar juga telah ditemukan bukti berupa hasil rapat Djohar dengan beberapa pihak. Ia mengeluarkan pernyataan provokatif dan penghinaan, yang menyatakan pengurus PSSI 2015-2019 tidak qualified.

“Bahwa 8 Mei 2015, sesuai bukti, Djohar juga mengirim surat ke Presiden FIFA, Sepp Blatter menjelaskan tentang situasi PSSI yang disanksi Menpora lewat surat 17 April. Ia menjelaskan masih Ketua Umum,” kata pria yang pernah menjabat sebagai Plt ketua BOPI itu.

Menpora sendiri kala itu memanggil Djohar karena masih menjadi ketua umum PSSI sampai 17 April, sedangkan ia membekukan PSSI pada 18 April 2015, ketika berlangsung Kongres Luar Biasa di Surabaya yang memunculkan La Nyalla Mattalitti sebagai ketua umum baru.

“Saya diundang sebagai Ketua Umum PSSI 2011-2015. Saya tanpa diundang pun ingin bertemu Menpora, apalagi diundang. Saya hanya memikirkan bagaimana nasib pemain pelatih dan ribuan orang yang hidupnya dari bola sedang terancam,” tutur Djohar pada 24 Juni lalu, dua hari setelah bertemu Menpora.

“Saya melihat hubungan PSSI dengan pemerintah macet tidak ada peluang sedikitpun. Dan saya sudah mendapatkan peluang untuk membahas kemacetan mestinya saya ini dimanfaatkan bukan dimusuhi. Mestinya setiap orang yg bisa membantu didukung agar situasi bisa lebih cepat normal. Heran ya, siapa yang berhubungan dengan pemerintah akan dimusuhi dan dihukum,” ucapnya.

Djohar sendiri tak luput dari kontroversi sewaktu memimpin PSSI. Ia terpilih pada Kongres Luar Biasa di Solo pada 9 Juli 2011. Kala itu ia disebut-sebut mendapat dukungan dari kelompok pengusaha Arifin Panigoro.

Setahun memimpin PSSI, Djohar terus “digoyang” oleh rival-rivalnya, sampai-sampai pada Maret 2012 terbentuk Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) yang dipimpin oleh La Nyalla.

“Dualisme” organisasi itu memunculkan konflik berkepanjangan, termasuk dua kompetisi: Indonesia Premier League (IPL) yang diakui PSSI, dan Indonesia Super League (ISL) yang berafiliasi ke KPSI. Konflik itu berakhir dengan “kekalahan di kubu IPL”.

Pada Maret 2013, dalam KLB di Hotel Borobudur, Jakarta, enam anggota Komite Eksekutif dijatuhi skorsing, termasuk wakil ketua umum PSSI, Farid Rahman. Posisi Farid kemudian diisi oleh La Nyalla — sedangkan Djohar dipertahankan, yang membuatnya dituduh “membelot” oleh para mantan pendukungnya.

(dtc/ads) Sumber: detiksport



Untuk anda yang , | Pro Bola Bertemu dengan Menpora, Eks Ketum PSSI Dihukum Seumur Hidup oleh PSSI, Sumber: Berita Bola dipublish oleh Bolapro untuk anda yang ProBola

Tidak ada komentar:

Posting Komentar