âHantuâ Pengaturan Skor Mulai Gentayangan di ISL 2015, Ragam berita bola terbaru dari Bolapro âHantuâ Pengaturan Skor Mulai Gentayangan di ISL 2015 untuk anda yang Pro Bola, Berikut ini adalah Ragam berita bola seperti berita liga italia, spanyol, inggris, jerman dan lainnya, tak hanya itu pada kategori ini anda juga bisa menemukan hasil skor dan hasil klasemen serta info menarik lainya dan yang anda baca saat ini adalah berita terbaru dengan judul âHantuâ Pengaturan Skor Mulai Gentayangan di ISL 2015, selain itu masih banyak lagi berita bola lainnya pastinya update terbaru dan sedang hangat untuk dibicarakan. Dan dibawah ini adalah berita selengkapnya

Kompetisi Liga Super Indonesia (ISL) atau QNB League 2015 baru berjalan empat hari. Namun, sudah muncul gangguan yang bisa mengancam stabilitas keamanan kompetisi.
Gangguan itu berupa ancaman praktik pengaturan skor di laga Persebaya Surabaya versus Pusamania Borneo FC, Rabu 8 April 2015. Terbongkarnya kasus ini diawali oleh laporan yang didapat oleh manajemen PBFC dari salah seorang pemainnya.
Sang pemain menuturkan, ada salah seorang agen pengaturan skor yang menghubunginya via pesan singkat SMS. Mengetahui hal ini, manajemen PBFC pun menyusun rencana untuk menjebak agen tersebut.
Apalagi, ada tiga pemain yang didekati untuk ikut dalam praktik kotor tersebut. Belakangan diketahui dua orang sudah menolaknya mentah-mentah, namun satu lainnya belum memberi jawaban.
“Satu dari pemain yang belum memberi jawaban akhirnya kami jadikan umpan memancing Johan,” kata manajer PBFC, Danrie Dauri.
Skenario itu berhasil, Ibo berhasil ditangkap di sebuah restoran cepat saji. Namun, proses penangkapan tak berjalan mudah karena Ibo sempat melawan.
“Dia langsung melawan kami dengan cara membabi buta. Untung, jumlah kami lebih banyak, sehingga kita bisa mengamankan dia. Kami pun langsung membawanya ke polisi. Sementara, rekannya kabur. Ibo sempat mengaku kalau dia memang berusaha merayu tiga pemain kami untuk menyerah ketika lawan Persebaya,” terang Danrie.
Setelah berhasil membekuk Ibo, manajemen PBFC menyerahkannya ke Polsek Genteng untuk diperiksa. Setelah dicecar berbagai pertanyaan, Ibo langsung dibawa ke Mapolrestabes Surabaya.
Pihak Mapolrestabes Surabaya pun langsung melakukan investigasi. Sejak Rabu siang, pihak kepolisian masih menggali keterangan terkait tudingan praktik pengaturan skor yang dialamatkan kepadanya.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya, AKBP Takdir Mattanete, mengatakan, polisi belum meningkatkan status Johan Ibo menjadi tersangka. Saat ini, polisi masih menggali keterangan terkait dugaan suap yang dilakukan Johan.
“Statusnya belum tersangka, masih kami mintai keterangan,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Takdir Mattanete kepada VIVA.co.id, Rabu 8 April 2015.
Demi mendapatkan keterangan yang lengkap, pihak kepolisian juga berniat memanggil tiga pemain PBFC. Namun, ketiganya belum dipanggil karena pihak kepolisian tak mau mengganggu konsentrasi para pemain PBFC jelang pertandingan melawan Persebaya.
“Nanti, selepas mereka bertanding kami layangkan surat panggilan. Kami tidak ingin mengganggu jalannya pertandingan,” jelas Takdir.
PSSI Bakal Usut Tuntas
Kabar upaya penyuapan tiga pemain PBFC oleh Ibo telah sampai ke telinga PSSI. Hal ini sempat membuat kubu PSSI berang.
Ketua Departemen Integritas PSSI, Hinca Panjaitan, angkat bicara soal penangkapan Ibo. Dia mengapresiasi langkah dari manajemen PBFC yang melakukan penjebakan dan penangkapan Ibo menyusul upaya penyuapan kepada tiga pemainnya.
“Kami mengapresiasi langkah manajemen PBFC. Liga memang harus dijaga integritasnya. Dan upaya dari manajemen PBFC patut diberi acungan jempol dan penghargaan,” ucap Hinca.
Pria yang juga berprofesi sebagai pengacara tersebut memastikan kasus ini akan diusut oleh PSSI hingga tuntas. Departemen Integritas, disebutkan oleh Hinca, bakal melakukan penelusuran untuk membongkar jaringan pengaturan skor yang ada di Indonesia.
Hinca pun menuturkan kasus ini sudah dikoordinasikan ke pihak AFC. “Kami apresiasi langkah dari polisi. Tapi, PSSI tak akan tinggal diam. Kami akan terus membongkar jaringan pengaturan skor. Saya sudah koordinasikan masalah ini dengan AFC dan kami akan bekerja bersama-sama,” kata Hinca.
Sama halnya dengan Hinca, Sekretaris Jenderal PSSI, Joko Driyono, juga memberikan acungan jempol kepada kubu Pesut Etam. “Artinya, pakta integritas saat kongres terimplementasi sekarang,” tutur Joko.
Usai Departemen Integritas melakukan investigasi, kasus ini sudah pasti akan dilimpahkan ke ranah Komisi Disiplin.
Tapi, terkait sanksi yang mengancam Ibo, PSSI belum bisa menjelaskannya lebih jauh. Yang pasti, jika kasus ini masih berada dalam jangkauan PSSI, Ibo akan dijatuhi sanksi yang berat.
“PT Liga Indonesia sudah menerima laporan kasus ini. Tapi, kami tak bisa melakukan investigasi. Ini sudah menjadi ranah PSSI, yaitu Komdis dan Departemen Integritas. Kami serahkan semuanya ke PSSI,” ujar Sekretaris PT Liga, Tigorshalom Boboy.
Hasil pertandingan antara Persebaya versus PBFC ternyata tak sesuai dengan skenario pengaturan skor yang telah disusun. Dalam duel yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo tersebut, PBFC tidak kalah.
Justru, mereka mampu mengimbangi Persebaya dengan skor 1-1. Bahkan, di pertandingan itu, PBFC unggul lebih dulu lewat gol Srdjan Lopicic di menit 68, sebelum akhirnya Emile Mbamba menyamakan skor di masa injury time.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar